Sejarah STT Simpson

A.B. Simpson

Sekolah Tinggi Teologi Simpson (STT Simpson) adalah salah satu STT yang didirikan dan diselenggarakan oleh GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia). Nama Simpson diambil dari nama Albert Benjamin Simpson, pendiri Badan Misi “The Christian & Missionary Alliance” C&MA) yang melayani di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Semangat Albert Benjamin Simpson untuk melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristen juga menjadi semangat bagi STT Simpson dalam menghasilkan calon pelayan Tuhan di Gereja, Sekolah, dan Masyarakat.

STT Simpson didirikan tahun 1983 di Semarang, dengan nama Sekolah Theologia Menengah Atas (S.Th. M. A setingkat SLTA). Tahun 1985 namanya diganti menjadi Sekolah Theologi Simpson.  Karena kebutuhan di lapangan, tahun 1985 Sekolah ini ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi , dan namanya menjadi Seminary Theologia Simpson dan pindah di lokasi seluas 2,7 ha, di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Tahun 1991, Seminary Theologia Simpson memperoleh status terdaftar pada DEPAG R.I, Dirjen. Bimas Kristen, Nomor 9 Th. 1991, namanya menjadi Sekolah Tinggi Teologi Simpson.  STT Simpson mendapat S.K Akreditasi Mentri Agama R.I. Nomor 353 tahun 1999 dan berhak mengikuti Ujian Negara.  Tahun 2005 status STT Simpson ditingkatkan menjadi Diakui pada DEPAG R.I Dirjen. Bimas Kristen NO.: DJ III/Kep/HK.00.5/101/1350/2005 dan berhak menyelenggarakan Ujian Skripsi sebagai pengganti Ujian Negara. Kemudian pada tahun 2013 untuk pertama kali Prodi S1 Teologi dan S1 Pendidikan Agama Kristen untuk pertama kali memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Upaya meningkatkan mutu terus dilakukan dengan melakukan penjaminan mutu internal dan ekternal. Pada tahun 2018 reakreditasi untuk prodi S1 PAK dan S1 Teologi. Prodi S1 PAK memperoleh akreditasi B berdasarkan keputusan BAN-PT nomor: 1980/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2018, sementara Prodi S1 Teologi memperoleh akreditasi C berdasarkan keputusan BAN-PT nomor: 1253/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2018. Tahun 2019 STT Simpson memperoleh akreditasi insitusi dengan peringkat C oleh BAN-PT berdasarkan keputusan nomor 112/SK/BAN-PT/Akred/PT/III/2019 tanggal 19 Maret 2019.

STT Simpson berbatasan dengan Hutan Lindung di kawasan Hutan Wisata Penggaron, dengan latar belakang Gunung Ungaran yang asri, sangat ideal untuk belajar. Meskipun letaknya dekat dengan hutan wisata, namun tidak membuat mahasiswa kurang pergaulan atau jauh dari kemajuan zaman, karena letaknya hanya 2 km dari jalan utama yang menghubungkan kota Semarang-Solo/Yogyakarta dan hanya 2,5 km dari pusat kota Ungaran serta 20 km dari kota Semarang, Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

STT Simpson merupakan Indonesia Mini sebab mahasiswa di kampus ini berasal dari berbagai daerah dan kebudayaan. Dengan latar belakang mahasiswa dari berbagai daerah menjadikan mahasiswa STT Simpson dapat berbagai banyak hal terutama kebudayaan yang beragam.